Kejam rezim suharto biography

Dua Makna Berbeda dari Julukan Soeharto The Smiling General

Jakarta:Presiden kedua NKRI, Soeharto, terkenal di Indonesia sebagai Bapak Pembangunan karena jasanya membangun infrastruktur negara dan membangun identitas bangsa Indonesia.
 
Namun, Soeharto konon terkenal dengan julukan yang berbeda di dunia internasional, terutama di dunia Barat.

Kejam rezim suharto biography In the s, elements within the growing Indonesian middle class created by Suharto's economic development were becoming restless with his autocracy and the corruption of his children, fuelling demands for " Reformasi " reform of the almost year-old New Order government. Prabowo berencana beri amnesti kepada kelompok pro-kemerdekaan Papua — Apa itu amnesti dan apa pengaruhnya bagi penyelesaian konflik di Papua? Women soldiers of the Free Aceh Movement , c. Suharto's family spent much of their time fending off corruption investigations.

Soeharto dikenal di luar negeri sebagai "The Smiling General" atau Jenderal yang tersenyum. Kenapa begitu?
 
Jawaban yang paling mudah adalah sebagaimana laman TNI menyebutkan bahwa alasan julukan itu adalah "karena raut mukanya yang selalu tersenyum di hadapan pers dalam setiap acara resmi kenegaraan." Julukan ini menjadi lebih terkenal di masyarakat Indonesia setelah penulis asal Jerman Barat, O.G.

Roeder, menulis biografi Soeharto berjudul The Smiling General, President Soeharto of Indonesia.

Senyum pemersatu bangsa

Salah satu penulis dari Kementerian Agama (Kemenag) pada Maret memuji senyuman Soeharto yang, menurutnya, "mempersatukan anak bangsa" dan "menyelesaikan persoalan kenegaraan hanya dengan senyuman."
 

Senyum ironis nan keji

Meskipun begitu, ada beberapa pihak yang menggunakan julukan ini secara ironis.

Di balik senyumnya, Soeharto memimpin dengan pendekatan otoriter yang menindas kebebasan berbicara dan menggunakan militer untuk mengontrol lawan politik, serta memberlakukan kebijakan keras dalam mengatasi potensi ancaman terhadap pemerintahannya.
 

Seperti yang dijelaskan oleh Michael Vatikiotis, penulis dari BBC Indonesia pada awal tahun , yang telah meliput Indonesia selama dua dekade dan merupakan penulis buku Indonesian Politics Under Suharto:
 
"Kebanyakan komentator dari luar Indonesia fokus terhadap kejahatan yang dilakukan Soeharto: represi berdarah terhadap Partai Komunis Indonesia (PKI) yang membunuh setengah juta jiwa, memenjarakan ribuan kritikus rezim, pembunuhan kejam terhadap preman, dan kemudian invasi Timor Timur," tulis Vatikiotis pada Maret , melansir Global Asia.
 
Dia juga mengungkit bahwa, meskipun kita tahu bahwa Soeharto adalah orang yang mudah tersenyum, kita sedikit mengetahui tentang dirinya.

Berdasarkan Vatikiotis, "hal-hal yang kita ketahui tentang putra dari Kemusuk ini berdasarkan hiperbola dan asumsi belaka."
 
Jadi, bisa kita simpulkan bahwa terdapat dua alasan berbeda di balik julukan ini. Rakyat Indonesia lebih mengingat arti yang lebih positif, berbeda dengan orang-orang Barat yang mengingat julukan ini sebagai sesuatu yang keji.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
dan follow Channel WhatsApp

(WAN)